Jumat, 06 September 2013

Gelombang Longitudinal

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang memiliki arah getaran yang sama dengan arah rambatan. Artinya arah gerakan medium gelombang sama atau berlawanan arah dengan perambatan gelombang. Gelombang longitudinal mekanis juga disebut sebagai gelombang mampatan atau gelombang kompresi. Contoh-contoh gelombang longitudinal adalah gelombang suara dan gelombang-P seismik yang disebabkan oleh gempa dan ledakan. Persamaan Maxwell mengindikasikan gelombang elektromagnetik berbentuk gelombang transversal dalam ruang hampa, namun gelombang elektromagnetik dalam medium plasma bisa berbentuk transversal, longitudinal, atau campuran keduanya.
Untuk mengetahui lebih jelas skema dari gelombang longitudinal, mari kita perhatikan gambar dibawah ini:


Gambar diatas adalah sebuah pegas yang digetarkan di ujungnya. Jika kita perhatikan gambar diatas kita dapat melihat bahwa arah getarannya searah dengan arah gelombangnya, maka disebut gelombang longitudinal. Serangkaian rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas. Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkan regangan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. Jika gelombang tranversal memiliki pola berupa puncak dan lembah, maka gelombang longitudinal terdiri dari pola rapatan dan regangan. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada rapatan atau regangan (lihat contoh pada gambar di atas).

Banyak sekali contoh gelombang longitudinal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya  adalah gelombang suara di udara. Udara sebagai medium perambatan gelombang suara, merapat dan meregang sepanjang arah rambat gelombang udara. Berbeda dengan gelombang air atau gelombang tali, gelombang suara tidak bisa kita lihat menggunakan mata. Jika seseorang suka mendengarkan musik, biasanya dia memutarnya dengan volume yang keras. Jika anda memiliki waktu coba perhatikan sebuah loudspeaker. Perhatikan gerakan loudspeaker tersebut, pasti bergerak maju mundur. Hal itu akan menghasilkan getaran, dan getaran itulah yang akan menghasilkan rapatan dan regangan pada udara sehingga timbul gelombang suara. Sekarang kita telah mengetahui mengapa sumber bunyi harus bergetar, karena dengan getaran udara akan membentuk gelombang longitudinal yang akan menimbulkan gelombang suara.

Contoh Gelombang Longitudinal sebagai berikut :
  1. Gelombang pada slinki
Gelombang pada slinki yang ditarik atau ditekan. panjang gelombang pada gelombang longitudinal didefinisikan sebagai jarak antara dua pusat rapatan yang berdekatan atau jarak antara dua pusat renggangan yang berdekatan. Ketika slinki digerakkan maju-mundur maka pada slinki akan terbentuk rapatan dan renggangan .
Rumusnya adalah:
V= λ f                                      V= λ/T
Keterangan:
T = periode gelombang
V = cepat rambat gelombang (m/s)
λ= panjang gelombang (m)
f = frekuensi gelombang (Hz)

     2.   Gelombang suara di udara atau bunyi

Gelombang suara di udara atau bunyi , misalnya jika kamu sedang menyentuh  loudspeaker yang sedang berbunyi, Semakin besar volume lagu yang diputar, semakin keras loudspeaker bergetar. Kalau diperhatikan secara seksama, loudspeaker tersebut bergetar maju mundur. Dalam hal ini loudspeaker berfungsi sebagai sumber gelombang bunyi dan memancarkan gelombang bunyi (gelombang longitudinal) melalui medium udara.
 
  • Terjemahan Dalam Bahasa Inggris
Longitudinal waves are waves that have the same direction with the direction of vibration propagation . It means that the direction of motion medium wave with the same or opposite direction of wave propagation . Mechanical longitudinal wave is also referred to as mampatan wave or compression wave . Examples of longitudinal waves are sound waves and seismic P - waves caused by earthquakes and explosions . Maxwell's equations indicate the wave -shaped transverse electromagnetic waves in a vacuum , but electromagnetic waves in a plasma medium can be shaped transverse , longitudinal , or a mixture of both .To know more clearly the scheme of longitudinal waves , let us consider the image below :
 
Pictured above is a spring which is vibrated at its end . If we look at the picture above we can see that the direction of vibration in the direction of the waves , it is called a longitudinal wave . A series of density and strain propagates throughout the spring . Density is an area where the coil spring toward each other , while the strain is an area where each coil spring menjahui . If the transverse wave has a pattern of peaks and valleys , the longitudinal wave consists of pattern density and strain . Wavelength is the distance between successive density or strain sequence. Is meant here is the distance of two points on the same and sequential density or strain ( see the example in the picture above ) .There are so many examples of longitudinal waves that occur in everyday life . One example is a sound wave in the air . Air as the medium of sound propagation , docked and stretched along the direction of propagation of the airwaves. In contrast to water waves or waves of string , sound waves we can not see using the eyes . If someone likes to listen to music , play with her ​​usual loud volume . If you have time try to notice a loudspeaker . Note the movement of the loudspeaker , definitely move back and forth . It will produce vibration , and vibration that will produce density and strain in the air so that the resulting sound waves . Now we know why the sound source should vibrate , because the vibration of air will form a longitudinal wave that will cause sound waves .

Examples of Longitudinal Wave as follows:
  1. Waves on slinki
Waves on slinki drawn or pressed. wavelength in a longitudinal wave is defined as the distance between two adjacent central density or the distance between two adjacent renggangan center. When slinki then moved back and forth at will slinki density and renggangan formed.
The formula is:
V= λ f                                      V= λ/T 
Description:
T = wave period
V = wave propagation speed (m / s)
λ = wavelength (m)
f = frequency (Hz)


   2.  Sound waves in the air or noise

 
Sound waves in the air or sound, for example if you're touching the loudspeaker is being read, The greater the volume of the song playing, the louder loudspeaker vibrating. If you look carefully, the loudspeaker vibrates back and forth. In this case the loudspeaker serves as a source emits sound waves and sound waves (longitudinal waves) through the medium of air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar